Ad Hoc secara bahasa berarti “untuk suatu keperluan atau tujuan
tertentu saja“. Dalam pengertian lain, jaringan ad hoc adalah jaringan
bersifat sementara tanpa bergantung pada infrastruktur yang ada dan
bersifat independen.
Ad Hoc Network adalah jaringan wireless yang terdiri dari kumpulan
mobile node (mobile station) yang bersifat dinamik dan spontan, dapat
diaplikasikan di mana pun tanpa menggunakan jaringan infrastruktur
(seluler ataupun PSTN) yang telah ada. Contoh mobile node adalah
notebook, PDA dan ponsel. Jaringan ad hoc disebut juga dengan
spontaneous network atau disebut MANET (Mobile Ad hoc NETwork).
Untuk mengetahui cara membuat ad hoc pada Windows 8 download disini
CERITA DANA BOX
Ada sebuah cerita
Cerita diambil dari kisah nyata
Yang berawal dari sebuah keluarga
Kebetulan ada seorang ayah
Dan dia mempunyai anak wanita dua
Dia seorang buruh yang tak tentu hasilnya
Cerita diambil dari kisah nyata
Yang berawal dari sebuah keluarga
Kebetulan ada seorang ayah
Dan dia mempunyai anak wanita dua
Dia seorang buruh yang tak tentu hasilnya
MENANGISLAH!
Dikisahkan tentang seorang yang menangis terisak kemudian tersungkur tak sadarkan diri. Setelah siuman, dia ditanya: “Ada apa dengan dirimu? Dia menjawab: “Selepas shalat aku berzikir, kemudian aku menghitung-hitung keadaan diriku. Aku mengadili diriku sendiri sebelum datang pengadilan Allah. Bila setiap harinya aku berbuat dosa, apakah karena lalai ibadah atau karena amal-amalku, berarti aku telah menabung 365 dosa setiap tahunnya. Umurku enam puluh tahun dan itu berarti 21.900 dosa yang harus aku pertanggungja wabkan. Padahal, tidak ada satu perbuatan walau sebesar biji zarah sekali pun kecuali akan diperhitungkan Allah SWT di hari kiamat nanti. Lantas betapa aku akan menghadap Tuhanku? Oh, alangkah sedikitnya bekalku untuk menempuh perjalanan yang panjang nanti,” ujarnya.
SYEKH BISYIR BIN HARITS RA
|
MERAIH KEMENANGAN DENGAN KEKUATAN DOA
Saat ini manusia
hidup dalam suasana materialisme. Maksud dari
materialisme di sini adalah bahwa manusia modern saat
ini meletakkan faktor-faktor yang tertangkap oleh akal
dan panca indera sebagai faktor penting dalam kehidupan
mereka. Segala keputusan mereka selalu mempertimbangkan
hal-hal yang bersifat materi ini. Baru ketika
faktor-faktor materi ini hilang, mereka mulai menengok
cara-cara pemecahan masalah melalui pendekatan spiritual
atau kerohanian. Misalnya melalui doa, istighotsah,
istikharah atau lelaku spiritual lainnya.
JANGAN MEMANDANG LAHIRIYAHNYA
Suatu hari, seorang Arab datang ingin berguru kepada Abu Sa’id Abul Khair, seorang tokoh sufi yang terkenal dengan karomahnya dan gemar mengajar tasawuf di pengajian-pengajian. Rumah guru sufi itu terletak di tengah-tengah pada pasir. Ketika orang Arab itu tiba, Abul Khair sedang memimpin sebuah majelis di tengah para pengikutnya. Waktu itu Abul Khair membaca Al Fatiha. Saat tiba pada bacaan ghairil maghduubi’alaihin waladhdhaalin, seorang Arab itu berpikir, “Bagaimana mungkin aku berguru kepadanya, membaca Al Qur’an saja tidak bisa”. Akhirnya orang Arab itu mengurungkan niatnya untuk belajar kepada Abul Khair.
JANGAN MERASA BISA
Seorang ulama sufi, Abu Yazid Al Busthami pernah
mengatakan: Pada mulanya saya telah salah menduga dalam
empat hal, yaitu :
saya mengira bahwa sayalah yang berdzikir, mengetahuiNya, cinta kepadaNya dan mencariNya. tetapi setelah mengetahui, nyata bahwa dzikrullah mendahului dzikirku, pengetahuan Allah mendahului pengetahuanku, cinta Allah mendahului cintaku dan Dia lebih dahulu menarik aku sebelum aku datang kepadaNya.
Dikutip dari : Majalah Aham Edisi 76/1429 terbitan Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo
saya mengira bahwa sayalah yang berdzikir, mengetahuiNya, cinta kepadaNya dan mencariNya. tetapi setelah mengetahui, nyata bahwa dzikrullah mendahului dzikirku, pengetahuan Allah mendahului pengetahuanku, cinta Allah mendahului cintaku dan Dia lebih dahulu menarik aku sebelum aku datang kepadaNya.
Dikutip dari : Majalah Aham Edisi 76/1429 terbitan Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo
ENGKAU BERSAMA ORANG YANG ENGKAU CINTAI
Diceritakan oleh Anas bin Malik, seorang Arab dari dusun
datang ke Masjid Nabawi, dengan berani ia bertanya ,
“”Ya Rasulullah, kapan kiamat terjadi ?” Rasululllah
melakukan sholat tanpa menjawab pertanyaan itu.
Usai sholat beliau menghadap jama’ah, “mana orang yang bertanya tentang hari kiamat itu?”.
Orang Arab itu berkata, “Saya, ya Rasulullah.”
Rasulullah bertanya, “Apa yang sudah kau persiapkan buat hari kiamat?”
Mendengar pertanyaan Nabi SAW itu, seluruh keberaniannya hilang. Ia menundukkan kepalanya dan berguman, “Wallahi, ma a’dadtu laha min katsiri amali, shalatin wa laa shaumin, illa inni uhibbullaha wa rasulih”. Demi Allah, aku tidak mempersiapkan amal yang banyak, tidak pula shalat yang banyak dan tidak juga puasa yang banyak. Tetapi aku mencintai Allah dan RasulNya. Nabi bersabda, “Innaka ma’a man ahbabta!” Engkau bersama orang yang engkau cintai.
Dikutip dari : Majalah Aham Edisi 76/1429 terbitan Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo
Usai sholat beliau menghadap jama’ah, “mana orang yang bertanya tentang hari kiamat itu?”.
Orang Arab itu berkata, “Saya, ya Rasulullah.”
Rasulullah bertanya, “Apa yang sudah kau persiapkan buat hari kiamat?”
Mendengar pertanyaan Nabi SAW itu, seluruh keberaniannya hilang. Ia menundukkan kepalanya dan berguman, “Wallahi, ma a’dadtu laha min katsiri amali, shalatin wa laa shaumin, illa inni uhibbullaha wa rasulih”. Demi Allah, aku tidak mempersiapkan amal yang banyak, tidak pula shalat yang banyak dan tidak juga puasa yang banyak. Tetapi aku mencintai Allah dan RasulNya. Nabi bersabda, “Innaka ma’a man ahbabta!” Engkau bersama orang yang engkau cintai.
Dikutip dari : Majalah Aham Edisi 76/1429 terbitan Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo
RIYADHOH HARUS JADI KEHIDUPAN KITA
Para hadirin-hadirat
yang kami hormati. Perjuangan Wahidiyah adalah
perjuangan yang memperjuangkan iman, Islam dan ihsan.
Memperjuangkan kualitas iman kita, kualitas Islam kita
didalam menjalankan perintah-perintah Allah. Maupun
kuantitas ibadah kita. Allah SWT berfirman:
"Dan tiada Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat 56)
Jadi, kita diciptakan oleh Allah di dunia ini supaya kita beribadah kepada Allah. Tidak ada misi lain bagi kita kecuali ibadah, hingga kita betul-betul menjadi orang yang 'abidin, mukhlisin ataupun arifin.
"Dan tiada Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat 56)
Jadi, kita diciptakan oleh Allah di dunia ini supaya kita beribadah kepada Allah. Tidak ada misi lain bagi kita kecuali ibadah, hingga kita betul-betul menjadi orang yang 'abidin, mukhlisin ataupun arifin.
SUASANA MUJAHADAH KUBRO
Jika daku melihat foto-foto ini ingin rasanya daku kembali kesana sesegera mungkin,,
YAA SYAYIDII YAA ROSULALLOH
Silahkan klik :
http://pengamalwahidiyah.org/berita.htm
YAA SYAYIDII YAA ROSULALLOH
Silahkan klik :
http://pengamalwahidiyah.org/berita.htm
Langganan:
Postingan (Atom)
SELALU INGAT
AL-MUKARROM ROMO KH.ABDUL LATIF MADJID RA
Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo
TRANSLATE BAHASA
Labels
- CATATAN HARIANKU (1)
- PUISI (6)
- TIPS DAN TRIK (13)
- WAHIDIYAH (37)
Blog Archive
POPULAR POST
-
Bismillahhirrohmanirrohim Assalamualaikum WR.WB Para Alim-Ulama, Pejabat TNI-POLRI-maupun Sipil, Bapak-Ibu, Anak-anak, Bapak/I...
-
Para hadirin-hadirat yang kami hormati. Perjuangan Wahidiyah adalah perjuangan yang memperjuangkan iman, Islam dan ihs...
-
Dalam Rangkaian Sholawat Wahidiyah terdapat beberapa poin yang menyangkaut do’a tawasul/washilah meminta do’a restu dan bimbingan rohani...
-
PHP dan MySQL dua sejoli yang sungguh sulit untuk dipisahkan. Secara keduanya adalah freeware yang sangat bermanfaat dan palin...
-
Salah Satu Gedung Pendidikan Ponpes Kedunglo Wahidiyah Pondok Pesantren Kedunglo atau Ponpes Kedunglo terletak di pinggir Sungai ...


